This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, October 17, 2018

Kode Tingkat Pengaman Motor Listrik


Pengaman Motor Listrik Pada perlengkapan listrik biasanya ada “name plate” atau satu plat yang ada keterangan tentang karakter dari perlengkapan itu, seperti tegangan kerja, arus, frekwensi, tingkat isolasi serta yang lain, ikut tercantum lambang atau logo yang terkait dengan aksi pengamanan, lihat gambar-1.

Lambang pada perlengkapan listrik itu dibagi jadi 3 tingkatan/klas, yakni:

• Klas I memberi info jika tubuh alat mesti dikaitkan dengan pentanahan.
• Klas II tunjukkan alat didesain dengan isolasi ganda serta aman dari tegangan sentuh.
• Klas III perlengkapan listrik yang memakai tegangan rendah yang aman, contoh mainan anak-anak.

Motor Matic Injeksi listrik bahkan juga didesain oleh pabriknya dengan potensi tahan pada siraman langsung air, lihat gambar-2. Motor listrik type ini pas dipakai di luar bangunan tiada alat pelindung serta masih kerja normal serta tidak punya pengaruh pada kapasitasnya. Name plate motor dengan IP 54, yang mengatakan perlindungan atas masuknya debu serta tahan masuknya air dari arah vertikal ataupun horizontal. 

Ada motor listrik dengan perlindungan ketahanan masuknya air dari arah vertikal saja gambar-3a, hingga cairan arah dari samping tidak terproteksi. Tetapi ada juga yang mempunyai perlindungan secara detail dari semua arah cairan gambar-3b. Ketidaksamaan perancangan ini mesti didapati oleh teknisi sebab punya pengaruh pada ketahanan serta usia tehnik motor, selain harga nya ikut berlainan.

Simbol Indek Proteksi Alat Listrik






Kode IP (International Protection) perlengkapan listrik tunjukkan tingkat perlindungan yang dikasihkan oleh selungkup dari sentuhan langsung ke sisi yang beresiko, dari masuknya benda asing padat serta masuknya air. Contoh IP X1 berarti angka X mengatakan tidak kriteria perlindungan dari masuknya benda asing padat. Angka 1 mengatakan perlindungan tetesan air vertikal. Contoh IP 5X, angka 5 perlindungan masuknya debu, angka X tidak ada perlindungan masuknya air dengan dampak mengakibatkan kerusakan. Tabel-1 adalah contoh lambang Indek perlindungan alat listrik yang dinyatakan dengan gambar.

***** Klik gambar untuk melihat lebih jelas *****

Tuesday, October 16, 2018

Saluran Transmisi Udara Komponen dan Manfaat

Transmisi Udara

Komponen-komponen penting dari Aliran Transmisi Udara, terbagi dalam: 

1. MENARA TRANSMISI atau tiang transmisi, bersama pondasinya.

menara atau tiang transmisi ialah satu bangunan penopang aliran transmisi yang dapat berbentuk menara baja, tiang baja, tiang beton bertulang serta tiang kayu. menurut penggunannya diklasifikasikan jadi:

a. Tiang baja, tiang beton bertulang serta tiang kayu, biasanya dipakai untuk saluran-saluran transmisi dengan tegangan kerja yang relatif rendah (di bawah 70 kV).

b. Menara baja, dipakai untuk aliran transmisi yang tegangan kerjanya tinggi (SUTT) serta tegangan tambahan tinggi (SUTET).

menara baja tersebut diklasifikasikan berdasar pada fungsinya, jadi:
a. menara junjung.
b. menara pojok.
c. menara ujung.
d. menara percabangan.
e. menara transposisi. 
2. ISOLATOR.

type isolator yang dipakai pada aliran transmisi ialah type porselin atau gelas.

menurut pemakaian serta konstruksinya, isolator diklasifikasikan jadi:
a. isolator type pasak.
b. isolator type pos-saluran.
c. isolator gantung.

isolator type pasak serta isolator type pos-saluran dipakai pada aliran transmisi dengan tegangan kerja relatif rendah (kurang dari 22-33 kV), sedang isolator gantung bisa digandeng jadi rentengan/serangkaian isolator yang banyaknya bisa sesuai dengan keperluan.

3. KAWAT PENGHANTAR (KONDUKTOR)
beberapa jenis kawat penghantar yang biasa dipakai pada aliran transmisi ialah: 
a. tembaga dengan konduktivitas 100% (Cu 100%)
b. tembaga dengan konduktivitas 97,5% (Cu 97,5%)
c. aluminium dengan konduktivitas 61% (Al 61%)

kawat penghantar tembaga memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan kawat penghantar aluminium, sebab konduktivitas serta kuat tariknya yang tambah tinggi.
tapi ikut mempunyai kekurangan, yakni untuk besar tahanan yang sama, tembaga lebih berat serta tambah mahal dari aluminium. oleh karenanya saat ini kawat penghantar aluminium sudah mulai menukar posisi kawat penghantar tembaga.

Untuk jadi besar kuat tarik dari kawat aluminium, dipakai kombinasi aluminum (aluminium alloy). Untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, di mana jarak pada menara/tiang berjauhan, sampai beberapa ratus mtr., jadi diperlukan kuat tarik yang tambah tinggi, karena itu dipakai kawat penghantar ACSR.

Kawat penghantar aluminium, terbagi dalam beberapa type, dengan simbol seperti berikut:
a. AAC (All-Aluminium Conductor), yakni kawat penghantar yang semuanya terbuat dari aluminium.
b. AAAC (All-Aluminium-Alloy Conductor), yakni kawat penghantar yang semuanya terbuat dari kombinasi aluminium.
c. ACSR (Aluminium Conductor, Steel-Reinforced), yakni kawat penghantar aluminium berinti kawat baja.
d. ACAR (Aluminium Conductor, Alloy-Reinforced), yakni kawat penghantar aluminium yang diperkokoh dengan logam kombinasi. 

4.KAWAT TANAH.

kawat tanah atau "ground wires" ikut dimaksud kawat pelindung (shield wires), fungsinya membuat perlindungan kawat-kawat penghantar atau kawat-kawat fasa pada sambaran petir. Jadi kawat tanah itu dipasang di atas kawat fasa, menjadi kawat tanah biasanya dipakai kawat baja (steel wires) yang tambah murah, tapi sering dipakai ACSR.